Klinik Pratama PTDI STTD Bekasi Jadi Sorotan Publik, Pelayanan Kesehatan Mahasiswa Dipertanyakan


Bekasi, - Jumat (23/1/2026)  Pengawasan dan pelayanan kesehatan di Klinik Pratama Sekolah Kedinasan Politeknik Transportasi Darat Indonesia–STTD (PTDI STTD) Bekasi menjadi sorotan. Seorang mahasiswa dilaporkan tidak mendapatkan penanganan medis yang layak meskipun tengah mengalami kondisi kesehatan yang serius.
Mahasiswa tersebut diketahui menderita sakit berat hingga tidak sanggup mengikuti aktivitas pendidikan karena kondisi tubuh yang sangat lemas. Saat berupaya meminta penanganan medis di Klinik Pratama PTDI STTD, ia justru mendapat perlakuan yang tidak pantas dari tenaga kesehatan yang bertugas.
Alih-alih dilakukan pemeriksaan medis, mahasiswa tersebut disebut mendapat respons dengan bahasa yang ketus dan bernada merendahkan. Bahkan, menurut keterangan yang diterima, mahasiswa tersebut mengalami cacian serta tekanan verbal yang berdampak pada kondisi mentalnya. Akibatnya, mahasiswa tersebut tidak memperoleh perawatan medis sebagaimana mestinya.
Peristiwa serupa disebut bukan kali pertama terjadi. Sejumlah mahasiswa lain mengaku pernah mengalami penolakan saat membutuhkan layanan kesehatan di klinik tersebut, tanpa penjelasan yang jelas dari pihak tenaga medis. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas pelayanan serta pengawasan tenaga kesehatan di lingkungan sekolah kedinasan tersebut.
Situasi ini diharapkan mendapat perhatian serius dari pimpinan PTDI STTD Bekasi. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan sikap tenaga kesehatan dinilai perlu dilakukan agar pelayanan medis di lingkungan pendidikan kedinasan berjalan profesional, humanis, dan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.
Selain berdampak pada kesehatan mahasiswa, buruknya pelayanan medis juga dinilai berpotensi mencoreng citra institusi dan merugikan pihak sekolah secara keseluruhan apabila tidak segera ditangani.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak